Banyak orang Amerika merasa frustrasi dengan janji-janji kesehatan yang datang dari tokoh seperti RFK Jr. Mereka ingin perubahan nyata agar hidup lebih sehat, bukan sekadar tren kesehatan yang sedang viral. Faktanya, warga AS memang hidup lebih pendek dibandingkan orang Eropa, padahal mereka termasuk yang paling kaya di dunia dan mengeluarkan uang dua kali lipat untuk layanan kesehatan.
Sebuah studi terbaru di New England Journal of Medicine meneliti 74.000 orang dewasa dan menemukan bahwa bahkan orang Amerika terkaya pun punya tingkat kematian lebih tinggi daripada orang Eropa terkaya. Yang mengejutkan, harapan hidup orang kaya di AS malah mirip dengan orang miskin di Eropa utara dan barat. Ini menunjukkan bahwa uang saja tidak cukup melindungi dari faktor-faktor besar yang memengaruhi umur.
Saat bepergian bolak-balik antara AS dan Eropa, perbedaan kesehatan ini terasa sangat jelas. Orang Eropa cenderung lebih sehat sepanjang hidupnya, bukan hanya karena akses dokter, tapi juga karena lingkungan sehari-hari yang mendukung.
Salah satu faktor yang sering terlewat adalah bagaimana Eropa menerapkan regulasi ketat terhadap makanan olahan dan iklan produk tidak sehat. Ini membuat pilihan sehat lebih mudah diakses sejak kecil, berbeda dengan AS yang lebih longgar dalam pengawasan industri makanan.
Selain itu, banyak kota di Eropa dirancang agar ramah pejalan kaki dan pesepeda, mendorong aktivitas fisik alami setiap hari. Di AS, ketergantungan pada mobil dan kurangnya ruang hijau publik membuat gaya hidup sedenter lebih umum, bahkan di kalangan kelas menengah ke atas.
Sistem kesehatan Eropa yang lebih berfokus pada pencegahan juga berperan besar. Alih-alih menunggu orang sakit parah baru diobati dengan biaya mahal, pendekatan ini menekankan pemeriksaan rutin dan edukasi kesehatan sejak dini. Hasilnya, penyakit kronis bisa dicegah sebelum menjadi masalah besar.
Tren wellness seperti suplemen mahal atau diet ekstrem memang sedang populer di AS, tapi bukti menunjukkan bahwa perubahan struktural seperti yang dilakukan Eropa jauh lebih efektif. Masyarakat AS sebenarnya sudah mulai sadar bahwa solusi individual tidak cukup untuk mengatasi masalah kesehatan di tingkat populasi.
Jika ingin benar-benar membuat Amerika sehat lagi, fokus pada kebijakan publik yang terbukti berhasil di Eropa bisa menjadi langkah yang lebih masuk akal daripada mengandalkan tren semata.






