Kamu mungkin pernah dengar soal kacamata pintar Meta yang baru-baru ini ramai dibahas. Desainnya mirip kacamata Ray-Ban biasa, tapi dilengkapi kamera dan mikrofon yang bisa merekam tanpa bikin orang sadar. Ini jadi topik hangat karena potensi penyalahgunaan, terutama terhadap anak-anak.
Bayangkan lagi naik kereta yang ramai. Ada orang duduk di sebelahmu sambil main ponsel, tapi sebenarnya dia lagi mengambil foto anak kecil yang duduk di depan berkali-kali. Kalau pakai ponsel biasa, layarnya masih kelihatan. Tapi dengan kacamata pintar, rekaman bisa dilakukan sambil kepala tegak dan tangan bebas. Meta bilang ada lampu kecil yang berkedip saat merekam, tapi banyak orang belum terbiasa memperhatikannya.
Yang lebih mengkhawatirkan adalah penggunaan gambar-gambar itu di era AI. Foto anak yang diambil diam-diam bisa dipakai untuk melatih model AI membuat konten pelecehan yang sangat realistis. Organisasi seperti Internet Watch Foundation sudah memperingatkan bahwa materi buatan AI semacam ini bisa memicu minat seksual terhadap anak dan menormalisasi kekerasan.
Selain itu, kacamata Meta ini lahir dari kolaborasi dengan brand fashion ternama, jadi bentuknya tidak mencolok seperti perangkat teknologi lain. Ini beda dari Google Glass dulu yang langsung ditolak masyarakat karena terlalu kentara. Akibatnya, norma sosial untuk menolak pemakaian kacamata kamera di tempat umum belum terbentuk kuat.
Satu hal lagi yang perlu diperhatikan adalah regulasi. Saat ini belum ada aturan spesifik yang mewajibkan indikator rekaman yang lebih jelas atau pembatasan penggunaan di ruang publik. Padahal teknologi wearable kamera semakin murah dan mudah didapat. Tanpa langkah antisipasi dari pembuat perangkat dan pemerintah, risiko ini bisa semakin meluas.
Meta sendiri mengatakan tanggung jawab ada di tangan pemakai untuk tidak menyalahgunakan. Tapi argumen itu jelas kurang cukup kalau yang dihadapi adalah keselamatan anak. Orang tua tentu tidak mau bergantung pada itikad baik orang asing di kereta atau tempat ramai.
Ke depan, mungkin perlu diskusi lebih luas soal fitur keamanan bawaan, seperti pemblokiran rekaman otomatis di area tertentu atau notifikasi yang lebih kuat. Karena teknologi ini terus berkembang cepat, menunggu masalah baru muncul bukan pilihan yang bijak.






