Aktivis pro-demokrasi asal Hong Kong yang kini tinggal di Inggris mulai merasakan tekanan baru dari rezim China. Selain ancaman fisik, mereka juga menghadapi serangan digital yang semakin canggih, termasuk penggunaan deepfake untuk membuat konten seksual palsu.
Nathan Law, mantan legislator Hong Kong yang kini menjadi pengungsi politik di Inggris, mengungkapkan bahwa komunitas Hongkonger di sana kerap menerima surat ancaman. Beberapa di antara mereka bahkan menjadi korban deepfake yang disebarkan untuk merusak reputasi. Ancaman ini semakin meningkat seiring memburuknya situasi politik di Hong Kong.
Pemerintah Inggris sebelumnya membuka jalur kemanusiaan bagi warga Hong Kong untuk pindah ke sana. Namun, belakangan muncul kesulitan aneh dalam proses imigrasi yang membuat para aktivis merasa tidak aman. Tekanan ini seolah mengorbankan keselamatan mereka demi hubungan yang lebih baik dengan China.
Teknologi deepfake menjadi alat represi transnasional yang efektif karena mudah diproduksi dan cepat menyebar di media sosial. Dalam konteks ini, deepfake tidak hanya menyerang individu, tetapi juga menciptakan rasa takut di seluruh komunitas Hongkonger di Inggris.
Salah satu analisis penting adalah bahwa penegakan hukum Inggris perlu mengembangkan unit khusus untuk mendeteksi dan menangani konten deepfake secara real-time, bukan hanya bereaksi setelah konten beredar. Tanpa teknologi pencegahan yang memadai, ancaman semacam ini akan terus berkembang.
Kedua, hubungan perdagangan teknologi antara Inggris dan China berpotensi memengaruhi prioritas pemerintah dalam melindungi pengungsi. Ketika kepentingan ekonomi diutamakan, mekanisme perlindungan bagi aktivis bisa melemah, termasuk akses terhadap visa dan layanan dukungan.
Komunitas Hongkonger di Inggris kini hidup dalam ketidakpastian. Mereka tidak hanya menghadapi ancaman dari jarak jauh, tetapi juga kesulitan mendapatkan perlindungan penuh dari negara tempat mereka berlindung. Situasi ini menunjukkan bahwa teknologi bisa menjadi pedang bermata dua dalam konteks represi global.
Pemerintah Inggris perlu memperkuat kolaborasi dengan pakar teknologi untuk membangun sistem deteksi deepfake yang lebih baik. Tanpa langkah konkret, rasa aman yang dijanjikan kepada para pengungsi politik akan tetap menjadi ilusi.
